Home » » TEORI 123, TEORI ELLIOT WAVE And FIBONACCI RATIO

TEORI 123, TEORI ELLIOT WAVE And FIBONACCI RATIO

Written By zainal arifin on Sabtu, 22 September 2012 | 16.48




 
TEORI 123, TEORI ELLIOT WAVE And  FIBONACCI RATIO


 
Teori 123 (Law of charts)

Umumnya pergerakan harga akan membentuk suatu pola zigzag atau biasa
disebut teori 123. Dimana jarak 1-2 lebih panjang dari 2-3 dan harga akan
meneruskan sesuai trend pada 1-2. Pola ini dapat terjadi pada chart dengan
dengan skala time frame berapa saja.

 
Strategi Teori 123

Bila terjadi pola 123 dimana C adalah harga saat ini maka tempatkan entry point

pada titik B dan Stop Loss pada titik C atau A. Tempatkan target point kurang

lebih setengah dari AB. Bila TP1 tercapai pindahkan SL ke C dan begitu

selanjutnya.

Eliot Wave Theory (Pola 5-3)


Mr. Elliot menemukan bahwa pergerakan harga memiliki pola gelombang 5-3

yang selalu berulang-ulang, dimana pola gelombang 5 disebut impulse wave
dan pola gelombang 3 disebut corrective wave. Teori Elliot ini di dasarkan pada

psikologi pasar, seperti dijelaskan dibawah ini :

Elliot Wave Theory menjelaskan sbb:

 
Wave 1
Harga bergerak naik, disebabkan beberapa orang

berpikiran saatnya untuk BUY.
Wave 2
Harga turun, disebabkan beberapa orang merasa

harga sudah cukup tinggi dan waktunya untuk take

profit.
Wave 3
Harga kembali naik, disebabkan orang ingin mengulangi profit saat wave 1 dan

merasa harga tersebut dapat menghasilkan profit. Biasanya harga bergerak lebih

tinggi daripada wave 1.
Wave 4
Harga kembali turun, disebabkan harga sudah cukup tinggi dan saatnya untuk

take profit.
Wave 5
Harga kembali naik, disebabkan orang-orang memburu stock tanpa alasan,

setelah melebihi harga wajar maka trend berubah menjadi pola ABC.
Pola 5-3 dapat pula terbentuk dari beberapa pola 5-3 yang lebih kecil


 
Kalau kita amati lebih jauh sebenarnya teori ini adalah pengembangan dari teori

123 dimana Elliot menemukan bahwa dalam suatu pergerakan harga pola 123

terjadi 2 kali sebelum akhirnya berbalik arah dan dilanjutkan dengan pola 123
kembali pada arah sebaliknya.


 
Fibonacci Ratio

Fibonacci Ratio adalah pengembangan dari teori 123 dan Elliot Wave

dikombinasikan dengan perhitungan Fibonacci Ratio yang berfungsi untuk

menentukan level Support & Resistance.

Prinisip dasarnya sama dengan teori 123 yaitu dimana gelombang panjang (1-2)

disebut swing akan diikuti dengan gelombang pendek (2-3) disebut retracement.
 
Dengan perhitungan Fibonacci kita dapat mengetahui level support dan

resistance dari pergerakan retracement.

Untuk menenentukan Fibonacci harus diidentifikasikan dulu Swing High dan

Swing Low pada chart.

 
1. Fibonacci Retracement Level

Biasanya pergerakan retracement akan mencapai level 23,6%; 38,2%;

50%; 61,8% kemudian kembali lagi ke level 0% hingga berlanjut ke

extension level. Jika harga tidak sanggup menembus level 0% maka

harga akan bergerak ke level 100%. Begitu pula sebaliknya.
 
2. Fibonacci Extension Level

Yaitu level support & resistance yang diharapkan akan dicapai setelah

pergerakan harga berhasil melewati level 0%

 
Berikut ini gambar contoh penerapan Teori 123, Elliot Wave & Fibonacci dalam

chart.

• 1,2,3 menggambarkan Teori 123

• A,B,C,D,E & a,b,c menggambarkan Teori Elliot Wave

• Garis kuning adalah level Fibonacci & garis biru adalah level expantion

Fibonacci


 
PENERAPAN TEORI 123, ELLIOT WAVE & FIBONACCI

Ketiga teori di atas dapat diterapkan secara bersamaan dalam Time Frame

berapa saja. Prinsip dasar sebenarnya yaitu prinsip breakout strategi juga

dimana secara psikologis harga akan bergerak berkelanjutan jika berhasil

menembus level high atau low sebelumnya.

 
Strategi 1 :
1. Tentukan dahulu swing harga yang sudah terjadi dengan sempurna (level

High & Low) dan pastikan harga sekarang ada di antara level High & Low

2. Pasang order stop BUY pada level High + 2xspread, dam pasang order stop

SELL pada level low – 2xspread

3. Pasang Stop Loss untuk kedua order tersebut di level 50% Fibonacci atau

pada posisi high/low

4. Jika Anda ingin menggunakan Target Poin gunakan level Fibonacci

Expantion sebagai target poin. (Jika Anda tidak ingin menggunakan Target

Poin bisa lanjutkan ke Strategi 2)
5. Pindahkan Entry Anda yang belum tersentuh ke level swing baru yang sudah

terbentuk sempurna. Hal ini berguna apabila Trend berubah dan harga

berbalik arah sebelum mencapai target poin.

 
Strategi 2 : Trailing Stop
Jika harga sudah menembus Entry poin dan berhasil mencapai target yang

diharapkan gunakan Trailing Stop untuk meminimalkan resiko dan

mengamankan profit yang sudah Anda dapatkan.

Gunakanlah selalu Stop Loss (SL) dan pindahkan SL jika target sudah tercapai.

Contoh :

C = harga saat ini

B = entry order Buy

A = entry order Sell

D = prediksi Target Poin

 
Saat swing C-D terbentuk, pindahkan SL ke B

sehingga posisi Anda aman, resiko = 0

Saat swing E-F terbentuk, pindahkan SL ke E.

Diposisi ini profit Anda aman.

Saat swing G-H terbentuk, pindahkan SL ke G.

Begitu seterusnya.


 
Strategi 3 : Compounding Profit
Tambahkan entry point saat harga sudah mencapai

target.

Contoh :

C = harga

B = entry order Buy

A = entry order Sell

D = Prediksi Target Poin

 
Saat swing C-D terbentuk pindahkan SL ke B

Sehingga posisi Anda aman, resiko = 0

Saat swing E-F terbentuk pindahkan SL ke E

Diposisi ini profit Anda aman.

Saat harga di G stop order Buy di F dengan SL di G

Saat swing G-H terbentuk pindahkan SL1 ke G

Begitu seterusnya tambahkan order Buy setiap posisi

Anda aman maka profit Anda akan berlipat-lipat.


 
KELEMAHAN TEORI 123, ELLIOT WAVE & FIBONACCI

Tidak ada satupun teori yang 100% sempurna begitu pula dengan ketiga teori di

atas. Meskipun teori di atas dapat memperkirakan formasi yang akan terjadi

tetapi tidak dapat menentukan kemanakah arah zigzag selanjutnya? Arah zigzag

dapat terjadi baik ke atas maupun ke bawah.

 
Kalau kita lihat chart di atas seharusnya harga bergerak naik sesuai prinsip Elliot

Wave tapi kenyataannya zigzag malah terbentuk ke bawah.

Kelemahan lain teori ini adalah apabila terjadi gerak sideway (consolidasi).
Biasanya gerak sideway terjadi setelah adanya swing yang cukup panjang.

Untuk mengetahui market sideway gunakan indikator tambahan untuk melihat

kekuatan momentumnya.


 
Contoh : (indikator MACD, Oscilator MA & Slow Stochastic)

 
Setelah terjadi swing yang cukup panjang A-B, disusul kemudian retracement BC

lalu swing C-D. Pada C-D tidak bergerak jauh dari level B karena momentum

lemah (MACD trend Up, Osma Up, Stochastic oversold). Kemudian terjadi swing

D-E. Disusul kemudian swing E-F dimana F menyentuh level D. Menurut teori

seharusnya harga akan terus bergerak turun, tetapi harga malah berbalik karena

momentum tidak kuat (MACD trend Up, Osma Up, Stochastic oversold). Hingga

terbentuklah swing F-G, sekali lagi terjadi harga menyentuh level E yang

menurut teori harga seharusnya terus bergerak naik malah berbalik (MACD

masih trend Up, Osma mulai menurun, stochastic overbought).


Bila terjadi market sideway sebaiknya gunakan indikator untuk mengambil keputusan.

 
Salah satu contoh Fibonacci yang gagal :

A = stop order BUY

B = stop order SELL

C = harga saat ini

SL di 50%

Pada contoh di atas harga menyentuh stop order Sell di D tetapi harga malah

berbalik ke E. Pindahkan stop order Buy di C dengan SL buy pada level 50%

swing Fibo yang baru.


Harga kemudian bergerak kembali menuju F, pindahkan stop order Buy ke titik E

dengan SL buy pada 50% swing yang baru.



 
Saat harga menyentuh level E maka order Sell yang sudah aktif akan close

terkena SL, selanjutnya yang aktif adalah order Buy hingga mencapai titik G.

Dalam trading ini Anda loss kurang lebih 50% dan win kurang lebih 50%

sehingga resiko Anda menjadi 0.

Untuk mengatasi kelemahan teori ini tetap harus didukung dengan indikator

lainnya, support & resistance. Dan jangan lupa tambahkan spread dalam entry

order Anda.



SALAM TIWUL & SEMANGKA HIJAU
GOD BLESS YOU

SEMOGA INFO DI SINI MEMBANTU DEN BERGUNA BAGI ANDA SEMUA

putri aminah 22 Sep, 2012


-
Source: http://achivo.blogspot.com/2012/09/teori-123-teori-elliot-wave-and.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. BLOG BERBAGI INFO NEWS.unik dan berita terkini di dunia maya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger